Home / Uncategorized / Mengaku Dapat Membuang Sial, Seorang Dukun Cabuli Pasiennya

Mengaku Dapat Membuang Sial, Seorang Dukun Cabuli Pasiennya

Mengaku Dapat Membuang Sial, Seorang Dukun Cabuli Pasiennya – Mengakui dapat mengusir sial, seseorang dukun jadi mencabuli pasiennya kala menyelenggarakan ritual di satu hotel di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah (Jateng) . Sang dukun cabul ini bahkan juga meneror korban untuk menuruti perintahnya serta juga akan dibunuh andaikan melawan.

Sang dukun cabul, Mochamad Nasikun, warga Desa Winong, Kecamatan Ngampel, Kendal, Jateng, selanjutnya di tangkap polisi sesudah dilaporkan lantaran lakukan pencabulan kepada pasiennya SZ, warga Demak. Aktor yg bekerja menjadi buruh ini mencabuli korbannya di Hotel Roro di Jalan Lingkar Kaliwungu, Kendal, Selasa malam, 22 Agustus 2017.

Aktor mengakui menjadi orang pandai serta dapat buang sial korbannya yg memohon biar dapat cepat memperoleh jodoh. Bersama kekasihnya Rokhis Rahmawati, aktor mengajak korbannya ke satu hotel. Di dalam hotel itu, korban disuruh buka semua bajunya untuk melakukan ritual mandi buang sial.

Korban menuruti perintah aktor. Di dalam kamar mandi, sang dukun mulai memperlancar tindakan cabulnya. Dia juga menggerayangi korban dengan argumen biar sial yg berada di badannya hilang. Korban juga diperintah mandi. Kemudian, korban yg masih tetap telanjang disuruh tidur.

Tetapi kala korban serta kekasihnya akan menggerayanginya, korban menampik serta memberontak. Jengkel korbannya menampik, aktor meneror juga akan membunuh andaikan tdk menurut. Korban masih menampik keinginan aktor serta mengambil keputusan pulang ke tempat tinggalnya di Demak. Orang tua korban yg menyadari tindakan pencabulan pada putrinya seterusnya memberikan laporan ke polisi.

Kepaal Unit Reserse serta Kriminil (Satreskrim) Polres Kendal AKP Aris Munandar menuturkan, untuk sesaat, jumlah korban yg memberikan laporan tingkah dukun cabul itu baru satu orang. Tetapi, tdk tutup peluang ada korban beda. Aktor dijerat dengan pasal 289 KUHP terkait pencabulan dengan ancaman hukuman maksimum sembilan th. penjara. “Pelaku telah mendekam di sel tahanan Mapolres Kendal untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, ” kata AKP Aris Munandar, Rabu (23/8/2017) .

About admin