Home / Uncategorized / PT PLN Optimis Aliran Listrik Di Kalimantan Akan Bertambah

PT PLN Optimis Aliran Listrik Di Kalimantan Akan Bertambah

PT PLN Optimis Aliran Listrik Di Kalimantan Akan Bertambah – Direktur Utara PT Perusahaan Listrik Negara Sofyan Basyir optimis supply listrik di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Tengah semakin surplus mendekati 2018.

Surplus besar itu juga akan terwujud satu diantaranya lewat interkoneksi tiga propinsi itu dalam satu system transmisi pada akhir 2017.

“Akhir th. ini telah prima. Kami bersukur, Kalimantan tengah, Kalimantan timur, serta Kalsel, akhir th. akan tidak ada sekali lagi pemadaman, ” kata Sofyan di PLTU Teluk Balikpapan 2x100MW di Balikpapan, Kalimantan timur, Senin (17/7/2017).

Sofyan lakukan kunjungan kerja ke sebagian pembangkit listrik di Kalimantan. Sebelumnya ke Teluk Balikpapan, ia pernah berkunjung ke PLTU II Pulangpisau 2x60MW di Kalimantan tengah.

Dia menyebutkan, interkoneksi ini menghubungkan pada System Barito dari Kalsel ke System Mahakam di Kalimantan timur. PLTU Pulaupisau di Kalimantan tengah sampai PLTU Teluk Balikpapan masuk ke system ini.

Direktur Usaha PLN Regional Kalimantan, Djoko Rahardjo Abumanan memberikan kalau tinggal sedikit pekerjaan sekali lagi supaya listrik ke-3 propinsi itu juga akan tersambung.

PLN tengah kerjakan bagaimana pembangkit di Kabupaten Paser serta Penajam Paser Utara masuk transmisi dari System Barito, lalu tersambung sampai ke PLTU Teluk Balikpapan 2x100MW.

“Kalau ini tersambung, jadi system dari Balikpapan, Kalsel, sampai Kalimantan tengah telah usai serta masuk dalam 1 system, ” kata Djoko waktu dengan Sofyan.

Interkoneksi ini adalah pekerjaan dengan penantian panjang. Sepanjang tujuh th., interkoneksi hadapi banyak tantangan, terlebih karna status kepemilikan tempat yang dilintasi transmisi.

Terbitnya Perpres Nomor 4 th. 2016 serta Perpres Nomor 14 th. 2017 buka kesempatan untuk usaha pembangunan transmisi.

“Intinya berikan wewenang pemerintah propinsi untuk keluarkan izin, ” kata Sofyan.

“Misal (terlebih dulu) ingin membuat 1 tiang butuh 3 izin dari pemerintah daerah, sampai kini izin lingkungan, Amdal, izin bangunan. Ini ingin membuat beberapa ribu tiang dalam 4 th.. Bila terhalang karna izin dapat lama sekali, ” kata Sofyan.

Terkecuali dinilai melapangkan pekerjaan pembangunan transmisi, Perpres itu di rasa tetaplah untungkan orang-orang karna tanah orang-orang tempat menara-menara berdiri dibeli dengan harga pasar.

Setelah itu, surplus juga akan makin besar sekali lagi bersamaan gagasan PLN menyambungkan Kalimantan tengah sampai Kalimantan Utara di 2019. Interkonseksi ini juga akan di dukung supply listrik dari banyak PLTU baru dengan kemampuan tidak kalah dengan Teluk Balikpapan.

Salah satunya, masih tetap juga akan dibuat lima PLTU di Kalimantan Timur, 4 di Kalimantan tengah, serta 2 di Kalsel. Supply listrik juga dapat menjangkau 11×200 MW atau 2200 MW pada 2019.

“Maka juga akan begitu surplus di Kalimantan. Selanjutnya mesti mencari siapa yang juga akan beli. Bila butuh kantor, hotel, usaha, bisa gunakan listrik PLN. Kami menanggung kelayakannya, ” kata Sofyan.

Djoko mencontohkan, saat ini System Mahakam mensuplai 700 MW listrik. Jumlah itu saja telah alami over suplai (berlebihan) karna beban puncak di Mahakam sebesar 400 MW. Djoko menginginkan industri tumbuh serta menyongsong baik over suplai ini.

“Bahkan PLTU Tanjung 200 MW juga akan usai awal th. depan. Asam-asam 2×200 MW. Hari ini saja berlebihan. Ini juga akan berlebihan sekali lagi, ” kata Djoko.

About admin