Pada H-4 Lebaran 2019, Jumlahnya Penumpang Hadir Sekitar 3.981 Orang

Pada H-4 Lebaran 2019, Jumlahnya Penumpang Hadir Sekitar 3.981 Orang – Lapangan terbang Adi Soemarmo, Solo, terlihat lengang pada dua hari mendekati lebaran 2019. Keadaan ini searah dengan penurunan jumlahnya pemudik pemakai angkutan hawa.

Mencuplik Di antara, Senin (3/6), pengamatan di Lapangan terbang Adi Soemarmo, baik di terminal kehadiran penumpang atau di terminal keberangkatan, tidak kelihatan lonjakan penumpang.

“Untuk arus mudik sekarang ini, di Lapangan terbang Adi Soemarmo, jauh berlainan bila dibanding dengan tahun kemarin,” tutur Airport Operation and Safety Senior Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Lapangan terbang Adi Soemarmo Iwan Novi Hantono.

Ketidaksamaan yang disebut, sambung ia, keramaian penumpang yang tidak sepadat tahun kemarin. Berdasar pada pemantauannya, dari H-7 sampai H-3 lebaran 2019, trafik penerbangan bahkan juga turun 34 % dibanding periode yang sama tahun kemarin.

“Jika tahun kemarin sebagian besar maskapai penerbangan ajukan ‘extra flight’ (penerbangan penambahan). Jika Garuda Indonesia tidak ajukan ‘extra flight’, tapi ganti type pesawatnya dari Boeing 737 seri 800 Engine ditukar Airbus 330,” tuturnya.

Berdasar pada data AP I, dari bagian jumlahnya penumpang, Iwan mengutarakan penurunannya sampai 49 % jika dibanding periode yang sama tahun kemarin.

Pada H-4 lebaran 2019, jumlahnya penumpang hadir sekitar 3.981 orang. Walau sebenarnya, pada periode yang sama tahun kemarin, jumlahnya penumpang hadir sampai 6.298 orang.

Pada H-3 lebaran 2019, jumlahnya penumpang hadir tertera 3.711 penumpang. Sesaat, pada periode yang sama tahun kemarin, banyaknya tembus 6.932 penumpang.

“Pada H-2 lebaran 2018 lalu, penumpang hadir sampai 7.511 orang. Tapi, sampai siang hari, penumpang hadir pada H-2 lebaran 2019 hanya 1.636 orang,” tuturnya.

Awalnya, General Manajer PT Angkasa Pura I Lapangan terbang Adi Soemarmo Abdullah Usman menjelaskan penurunan jumlahnya penumpang imbas dari harga ticket pesawat yang begitu tinggi.

“Diluar itu, banyak pemudik yang ingin melalui tol Trans Jawa. Mengakibatkan transportasi pesawat kurang disukai,” pungkasnya.