Moeldoko Minta Masyarakat Tenang Hadapi Isu Surat Suara Tercoblos

Moeldoko Minta Masyarakat Tenang Hadapi Isu Surat Suara Tercoblos – Berita tentang surat nada Pemilu 2019 yang telah dicoblos sekitar tujuh container dipandang menjadi teror demokrasi. Wakil Ketua Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma’ruf Amin, Moeldoko minta penduduk masih tenang dalam melawan rumor itu.

“Rumor itu teror demokrasi. Semestinya, demokrasi butuh dibawa ke ruang yang tidak mengganggu serta ini mengganggu,” kata Moeldoko waktu hadir Koalisi Umum Relawan di Karang Setra, Kota Bandung, Jumat (4/1).

Menurut dia, penduduk Indonesia bisa memisah info dengan benar serta dapat memperbedakan berita hoax dengan berita valid. Ditambah lagi, pihaknya menyatakan jika photo pasangan Jokowi-Maruf baru launching.

Tapi dia tidak mengingkari jika rumor surat nada yang telah dicoblos beresiko. Bila perihal ini dipercaya oleh penduduk, jadi penyelenggaraan demokrasi di Indonesia bisa menjadi yang terburuk dalam dunia.

“Dapat dipikirkan jika ini dipercaya penduduk, ini satu demokrasi sangat buruk sedunia. Tempo hari kita pun bertemu TKN serta baru diuraikan photo (Jokowi serta Maruf di surat nada) manakah yang diambil, itu baru dua hari tempo hari,” terangnya.

“lalu empat hari awal mulanya telah ada berita pencoblosan kartu nada tujuh kontener jadi tujuh juta nada, ini kan sinting,” tegasnya.

Dia memberi pesan pada semua relawan serta simpatisan Jokowi-Maruf Amin masih tenang serta konsentrasi berkampanye lewat cara yang baik. “Janganlah bangun demokrasi menakutkan demokrasi kita nikmati santai serta bahagia,” terangnya.

Di lainnya pihak, penyidik Bareskrim Polri tangkap dua orang berkaitan masalah hoax tujuh container surat nada dicoblos. Kedua-duanya, HY serta LS didapati mempunyai peranan yang sama dalam masalah yang mendadak viral itu.

“HY peranannya terima content lalu turut memviralkan. LS pun sama, terima content tidak dicek langsung diviralkan,” tutur Kepala Biro Penerangan Penduduk Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Jakarta, Jumat (4/1).

Sekarang ini, kata Dedi, kedua-duanya masih tetap dicheck dengan intens di kantor polisi wilayahnya semasing. HY ditangkap di lokasi Bogor, Jawa Barat, sesaat LS ditangkap di lokasi Balikpapan, Kalimantan Timur.

” Polisi mempunyai waktu 1×24 jam untuk memastikan status hukumnya,” katanya.

Jenderal bintang satu itu mengutarakan, HY serta LS terindikasi cukuplah aktif sebarkan hoax tujuh container surat nada dicoblos ke sosial media serta group WhatsApp (WA). Salah satunya group WA yang teridentifikasi bernama ‘Politik Sabana Minang’.

“Dua orang ini yang ter-mapping oleh team Siber yang aktif memviralkan, baik ke sosial media ataupun ke WA group. WA group ini diantaranya ada juga bukti yang diserahkan oleh Ketua KPU,” kata Dedi.

Dari info dua orang ini, polisi akan menginvestigasi siapa orang dibalik rekaman nada yang mengemukakan berita hoax itu. Polisi akan menginvestigasi aktor intelektual atau dalang dibalik penyebaran hoax surat nada itu.