Lima Komisioner KPU Palembang Disangka Lakukan Tindak Pidana Pemilu

Lima Komisioner KPU Palembang Disangka Lakukan Tindak Pidana Pemilu – Kepolisian memutuskan lima Komisioner Komisi Penentuan Umum (KPU) Kota Palembang jadi terduga sangkaan pelanggaran pemilu. Kelimanya disangka lakukan pidana di hari pengambilan suara Pemilu 2019 pada 17 April kemarin.

Kapolresta Palembang Komisaris Besar Didi Hayamansyah membetulkan penangkapan terduga itu, Sabtu (15/6). Ke lima terduga yaitu Ketua KPU Palembang EF, dan empat Komisioner yang lain, yaitu YT, AB, AI, serta SA.

“Penentuan terduga sesuai dengan penyidik yang lakukan gelar masalah pada hari yang sama,” tutur Didi.

Penentuan terduga itu jadi tindak lanjut laporan yang dibikin Bawaslu Kota Palembang pada Gakkumdu, yang memandang beberapa komisioner KPU Kota Palembang tidak jalankan referensi diadakannya pengambilan suara lagi (PSU).

Referensi PSU dikeluarkan Bawaslu pada KPU sebab banyak daftar pemilih masih (DPT) yang tidak bisa mencoblos karena kekurangan surat suara. Sebab hal itu, banyak masyarakat di lokasi Ilir Timur II, Palembang yang kehilangan hak pilihnya waktu gelar PSU 27 April 2019.

Selain itu Kasat Reskrim Polresta Palembang Komisaris Yon Edi Winara memberikan tambahan, laporan Bawaslu itu tertuang dalam nomer LPB/1105/V/2019/Sumsel/Resta.

Lima komisioner KPU Palembang itu disangka lakukan tindak pidana pemilu seperti ditata dalam Masalah 554 subsider Masalah 510 nomer 7 tahun 2017 mengenai penentuan umum juncto Masalah 55 ayat 1 KUHP.

“Kita telah tentukan jadi terduga sangkaan tindak pidana pemilu semenjak 11 Juni tempo hari. Kontrol jadi saksi telah kita kerjakan waktu lalu. Kontrol masih berjalan serta mereka akan dicheck jadi terduga,” tutur ia.

Tidak hanya kontrol beberapa terduga, Yon berujar, penyidik juga sudah mengecek pelapor, saksi, anggota KPU Palembang, dan saksi pakar. Faksinya juga masih kumpulkan bukti kelanjutan untuk menguatkan penyidikan.

“Penyidikan selalu berjalan, semua pihak terhitung terduga kana kita check dengan setahap,” papar ia.