Home / Berita Umum / Eksekusi Cambuk Terhadap 5 Pasangan Non Muhrim Terkait Kasus Khalwat dan Ikhtilat di Aceh

Eksekusi Cambuk Terhadap 5 Pasangan Non Muhrim Terkait Kasus Khalwat dan Ikhtilat di Aceh

Eksekusi Cambuk Terhadap 5 Pasangan Non Muhrim Terkait Kasus Khalwat dan Ikhtilat di Aceh – Lima pasangan yg kepergok berduaan serta bermesraan di Aceh memperoleh hukuman cambuk. Mereka dikatakan bersalah selesai disidang di Mahkamah Syariah.

Eksekusi cambuk pada pasangan non-muhrim itu diselenggarakan di halaman Masjid Baiturrahman, Lampoh Daya, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Rabu (20/3/2019) .

Demikian datang, mereka di letakkan dalam ruang yg dikawal ketat polisi syariah. Banyak terpidana ini lantas diposisikan ke algojo sesuai sama nama yg di panggil.

Pasangan yg dicambuk bisa dibuktikan melanggar Qanun Jinayah terkait Ikhtilat (bercumbu atau bermesraan) serta khalwat (berduaan pada tempat sepi) . Cambukan pada mereka beragam mulai 4x sabetan sampai 22 kali.

Terpidana yg dicambuk yakni NY sekitar 4 kali cambuk, MR (6 kali cambukan) , MI (19 kali) , WR (19 kali) , KM (22 kali) , SF (22 kali) , HS (19 kali) , RF (19 kali) , RI (20 kali) , serta KF (19 kali cambukan) .

” Kita ini hari menjalankan eksekusi cambuk pada 5 pasangan non muhrim atau 10 orang. Ini sehubungan perkara khalwat serta ikhtilat yg berlangsung di Banda Aceh, ” kata Kabid Penegakan Syariat Islam Satpol PP-WH Banda Aceh Safriadi pada wartawan di area.

Terpidana yg dicambuk itu diamankan di beberapa tempat di Banda Aceh. Salah satunya di Kecamatan Kuala Alam, Jaya Baru, Syiah Kuala serta Baiturrahman.

” Ini rata-rata diamankan dalam rumah serta di mobil, begitu, ” jelas Safriadi.

Menurut dia, dari empat pasangan yg dicambuk, satu salah satunya pasangan yg diamankan dalam sebuah hotel waktu lalu. Pasangan ini baru dicambuk selesai banding mereka tidak diterima hakim.

” Ini cambuk ke-3 dalam tahun ini. Kita mengharapkan semua susunan orang berubah menjadi WH (wilayatul hisba/polisi syariat) untuk memonitor, mengamati serta menahan. Kita mengharapkan ke depan tak ada lagi perkara semacam ini. Ini membuat malu kita sesungguhnya, ” ungkap Safriadi.

About admin