Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno Menyampaikan Presentasi Laporan Dana Kampanye Di Media Center Pemenangan Prabowo-Sandi

Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno Menyampaikan Presentasi Laporan Dana Kampanye Di Media Center Pemenangan Prabowo-Sandi – Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan parpol pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak mempunyai keharusan memberi sumbangan dana kampanye untuk kebutuhan Pemilihan presiden 2019.

Pengakuan ini mengacu pada kabar berita berkaitan tidak terdapatnya sumbangan dana yang dikasihkan partai pada Prabowo-Sandi. Dalam twitannya, Andi menyebutkan keharusan malah berada di tangan Sandiaga yang sempat janji menolong dana kampanye.

“Semoga alat salah kutip apes dana kampanye. Dalam pertemuan konsolidasi tidak ada keharusan Partai pengusung untuk memberi dana kampanye. Malah demikian sebaliknya Calon wakil presiden Sandiuno yang janji menolong dana kampanye. Partai Demokrat tidak mengambil pusing dengan janji Sandiaga Uno,” catat Andi di account twitternya @AndiArief_ , Rabu (2/1/2018).

Pengakuan Andi ini dibantah Suhud Aliyudin, Direktur Pencapresan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Suhud menjelaskan Sandiaga tidak janji benar-benar untuk memberi dana kampanye pada partai politik pengusung.

“Adakah janji seperti disampaikan Andi Arief, itu tidak ada,”

Suhud berkata, permodalan untuk kampanye capres-cawapres jadi tanggung jawab bersama dengan walau tidak ada keharusan untuk memberi ke team pemenangan pemilihan presiden. Akan tetapi permodalan paling besar memang ditanggung pada pasangan calon.

“Sebab penerapan [pemilu] dengan bertepatan, jadi pembiayaan kampanye semasing partai. Berarti partai mendanai dianya sekalian mengampanyekan capres-cawapres,” kata Suhud.

BPN, lanjut Andre tidak sempat mengharuskan partai politik pengusung Prabowo-Sandi memberikan dana ke BPN. Sama dengan Suhud, Andre pun menjelaskan Sandiaga tidak sempat janji memberi dana kampanye ke partai politik pengusungnya.

Walau demikian, Andre berujar, Prabowo-Sandi akan penuhi janji yang di tawarkan pada partai pengusung. Hingga bila Andi Arief terasa Sandii sempat janji memberikan dana pada Partai Demokrat, Andre menyebutkan, Prabowo-Sandi juga bakal bekerjasama untuk penuhi janjinya.

“Utamanya Pak Prabowo serta Pak Sandi selalu coba penuhi janji-janji dengan partai konsolidasi,” kata Andre, Jumat (4/1/2019).

Tidak Ada Suport Politik yang Gratis
Suhud serta Andre bisa saja menyanggah twittan Andi Arief. Akan tetapi Direktur Eksekutif Indonesia Political Ulasan (IPR), Ujang Komarudin miliki pandangan lainnya.

Pengajar di Kampus Al Azhar Indonesia ini memandang pengakuan Andi Arief menjadi suatu yang lumrah dii dunia politik. Menurut Ujang, semua parpol tentu mengharap memperoleh sumbangan serta pembiayaan dari capres-cawapres yang sudah didukungnya. Ini tidak cuma berlangsung di konsolidasi Prabowo-Sandi.

Ujang memandang tiap-tiap parpol pasti mengharap mendapatkan untung sesudah sah memberi suport pada capres-cawapresnya. Keuntungan ini, kata Ujang, dapat berbentuk keinginan memperoleh pembiayaan untuk logistik kampanye Pemilu Legislatif (Pileg) yang jadi konsentrasi penting tiap-tiap partai politik.

“Bila tidak ada logistik serta tidak disumbang oleh beberapa calon presiden serta calon wakil presiden, dari tempat mana kembali parpol memperoleh dana kampanye?” kata Ujang.