Home / Berita Umum / Berawal Merasa Dipelototi, 3 Siswa Senior SMA di Pekalongan Keroyok Adik Kelas

Berawal Merasa Dipelototi, 3 Siswa Senior SMA di Pekalongan Keroyok Adik Kelas

Berawal Merasa Dipelototi, 3 Siswa Senior SMA di Pekalongan Keroyok Adik Kelas – Tiga orang siswa senior SMA Muhammadiyah 01 Pekajangan, Pekalongan mengeroyok seseorang adik kelas berinisial MZ. Perbuatan mereka di awali dari banyak pemeran yang terasa dipelototi korban.

“Banyak pemeran ini, tidak sadari situasi korban yang matanya juling, jadi dikira melotot sama seniornya,” kata Wakil Kepala SMA Muhammadiyah 01 Pekajangan, Pekalongan Sisi Kesiswaan, Dewi Masito, Selasa (26/2/2019).

“Waktu peristiwa saya dapatkan laporan serta langsung saya ke area. Saya bawa serta keempatnya ke kantor untuk meluruskan permasalahan, sebelum pada akhirnya saya bawa serta korban ke Puskesmas,” tuturnya.

Diwawancara terpisah, MZ mengakui dianya dianiaya oleh ke-tiga temannya waktu jam istirahat di kantin sekolah. Mz yang tengah ada di muka kelas dibawa ke-tiga pemeran ruangan kantin yang ada di belakang sekolah.

“Saya dibawa ke belakang serta di tanya mengapa mukanya (sisi mataya) begini, tuturnya banyak rekan yang tidak sukai,” kata MZ.

MZ lantas menuturkan pada banyak seniornya itu kalau muka serta matanya sudah begitu mulai sejak lahir.

MZ mengakui waktu dikerjakan pengeroyokan itu, sisi mata, muka serta perut jadi arah.

“Dibagian sini (mata) ada pembuluh dara yang pecah sama pengumpalan darah di mata. Udah diobatin pihak sekolah serta obat sendiri dalam rumah sakit,” kata MZ.

Paman korban, Slamet Nurudin memberikan waktu menyaksikan situasi keponakanya fase belur serta luka dibagian mata, ia lantas memberikan laporan pengeroyokan itu ke polisi, tempo hari

“Saya sudah memberikan laporan serta pengaduan atas apakah yang berlangsung pada ponakan saya yang dikeroyok kakak seniornya di sekolah,” tuturnya.

Kapolsek Pekalongan Barat, Kompol Hanafi, menuturkan kalau olah TKP udah dikerjakan.

“Kami menindaklanjuti untuk menyebut serta memintai info semua yang berperan termasuk juga saksi-saksi,” jelas Hanafi.

Tetapi, Hanfi menyampaikan pihaknya tetap menekankan penyelesian dengan cara kekeluargaan mengingat banyak pemeran tetap diperlukan arahan orang tua serta gurunya .

“Saya sangka ini sejauh mungkin bisa merampungkan dengan baik sebab ini tersangkut anak-anak mereka tetap pelajar tetap miliki hari esok,” katanya .

About admin