Angka Pelanggaran Di SBY Di Tahun 2018 Meningkat

Angka Pelanggaran Di SBY Di Tahun 2018 Meningkat  – Angka pelanggaran jalan raya di Kota Surabaya pada tahun 2018 dilaporkan bertambah dibanding pada tahun 2017. Tragisnya, pelajar ikut masih tetap jadi pelanggar jalan raya paling tinggi di lokasi ini.

Dari data Satlantas Polrestabes Surabaya, pelanggaran jalan raya yang dikarenakan oleh pengendara roda dua serta roda empat alami kenaikan 3 % di tahun 2018.

Dapat dibuktikan pada tahun 2017, pelanggaran lantas lintasnya terdaftar sekitar 239.088 masalah, akan tetapi pada tahun 2018 terdaftar 245.499 masalah. Dari angka itu, pelanggaran yang dikerjakan oleh pelajar di tahun 2017 sampai 53.260 masalah, akan tetapi di tahun 2018 terdaftar sekitar 56.333 masalah.

Dari catatan, ada banyak contoh masalah sebagai sorotan berkaitan pelanggaran jalan raya yang dikerjakan pelajar di Surabaya. Seperti dalam yang berlangsung pada tanggal 1 Mei yang lalu.

Seseorang pelajar didapati mengendarai motor sport lantas menabrak ambulans selesai menerobos lampu merah di perempatan Jalan Kertajaya. Mengakibatkan insiden itu, pelajar ini dilaporkan wafat.

Masalah ke-2 barusan berlangsung mendekati akhir tahun 2018, persisnya pada tanggal 28 Desember awal hari kemarin. Waktu itu seseorang pelajar tertangkap mengendarai mobil lantas menerobos lampu merah serta menabrak dua pemotor di perempatan Jalan Polisi Spesial.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Untuk Pan Pandia menjelaskan permasalahan kesadaran berlalu lintas di kelompok pelajar jadi atensi spesial buat deretan Polrestabes Surabaya.

“Permasalahan pelajar ialah jadi atensi spesial kami. Sebab mengapa, beberapa orangtua ini salah kaprah dalam mendidik anaknya. Sangat sayangnya orangtua pada anak-anaknya, mereka dengan gampang menuruti. Waktu mereka minta sepeda motor, sebenarnya mereka tidak memahami jika anaknya masih tetap dibawah usia serta tidak mempunyai SIM. Mereka tidak paham risikonya bagaimana,” kata Pandia, Kamis (3/1/2019).

Karena itu, Pandia ikut mengutarakan, salah satunya langkah ampuh untuk mendesak pelanggaran berlalu lintas yang dikerjakan oleh pelajar tidak bisa dilepaskan dari peranan orangtua serta beberapa pendidik di sekolah.

“Kami selalu lakukan publikasi pada beberapa pelajar di jalan serta di sekolahan, tetapi yang sangat terpenting ialah peranan orang-tua serta beberapa pendidik karena mereka ialah orang yang sangat intensif berhubungan. Mereka ikut mempunyai peranan begitu penting dalam menginggatkan, walau progam besar publikasi kami ialah itu,” tutur Pandia.